Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Organisasi Profesi sebagai Penyangga Ketahanan Mengajar

    February 28, 2026

    Menata Kekuatan Kolektif Guru dalam Struktur Nasional

    February 28, 2026

    Turkey Scholarships 2023 Announced – Deadline February 2023

    January 27, 2023
    Facebook Twitter Instagram
    Facebook Twitter Instagram YouTube
    English Corner
    • Home
    • About Us
      • History of JIC
      • Vision & Mission, The Objectives
      • The Function of JIC
      • Organizational Structure
      • Master Plan
      • Mosque
      • Education & Training
      • Business Centre
      • Socio-Culture
      • Information & Communication
    • News
    • Publication
    • Gallery
      • Photo
      • Video
    • Contact
    English Corner
    Publication

    PGRI dalam Catatan Sejarah Organisasi Guru

    Admin JICBy Admin JICJanuary 26, 2020No Comments3 Mins Read

    Dalam catatan sejarah organisasi guru, PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) berdiri sebagai organisasi profesi tertua, terbesar, dan paling berpengaruh di Indonesia. Sejarahnya bukan sekadar daftar rapat, melainkan narasi tentang bagaimana guru berupaya melepaskan diri dari stratifikasi sosial kolonial menuju persatuan nasional.

    Berikut adalah catatan penting PGRI dalam lembaran sejarah organisasi guru:


    1. Penghapusan “Kasta” Guru (1912–1945)

    Sebelum PGRI lahir, organisasi guru di Indonesia sangat terfragmentasi berdasarkan kepentingan pemerintah kolonial.

    • Era PGHB (1912): Bersifat unitaristik namun masih di bawah bayang-bayang administrasi Belanda.

    • Era Organisasi Sektoral: Muncul organisasi berdasarkan latar belakang pendidikan, seperti Hoogere Kweekschool Bond (HKB) untuk lulusan sekolah guru tinggi, atau organisasi berdasarkan etnis dan agama.

    • Catatan Sejarah: PGRI adalah organisasi pertama yang berhasil melebur semua ego sektoral tersebut menjadi satu wadah tunggal pada 25 November 1945. Ini adalah peristiwa “Sumpah Pemuda” kedua, khusus bagi kalangan pendidik.

    2. Konsistensi Sifat Unitaristik

    Dalam catatan sejarah organisasi di Indonesia, banyak organisasi profesi yang pecah karena perbedaan ideologi politik. PGRI memiliki catatan unik dalam mempertahankan sifat Unitaristik-nya.

    • Makna: Tidak membedakan guru negeri atau swasta, guru umum atau agama, serta guru tetap atau honorer.

    • Dinamika: Meski sempat mengalami guncangan politik pada tahun 1960-an (era PGRI Non-Vaksentral), organisasi ini berhasil melakukan rekonsiliasi dan kembali ke jati diri unitaristiknya.


    Struktur Perjuangan dalam Lintas Sejarah

    Periode Nama/Bentuk Gerakan Karakteristik Utama
    1912 – 1932 PGHB Perjuangan nasib guru di bawah kolonial.
    1932 – 1942 PGI Munculnya semangat kebangsaan (Nasionalisme).
    1945 – 1950 PGRI (Awal) Perjuangan fisik dan pengakuan kedaulatan.
    1970 – 1990 PGRI (Orde Baru) Penataan organisasi dan loyalitas tunggal.
    2005 – Kini PGRI (Era Profesi) Fokus pada Sertifikasi, Kompetensi, dan Advokasi Hukum.

    3. Jembatan Transisi Politik Nasional

    PGRI memiliki catatan sejarah sebagai organisasi yang mampu beradaptasi dalam tiga era kepemimpinan nasional:

    • Era Orde Lama: Menjadi benteng pertahanan pendidikan dari infiltrasi ideologi yang memecah belah bangsa.

    • Era Orde Baru: Berperan dalam stabilisasi pendidikan nasional dan pembangunan karakter melalui P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila).

    • Era Reformasi: Bertransformasi menjadi kekuatan penekan (pressure group) yang cerdas untuk menuntut anggaran pendidikan 20% dan kesejahteraan melalui UU Guru dan Dosen.

    4. Pengakuan Internasional (EI)

    Dalam catatan internasional, PGRI bukan organisasi lokal semata.

    • Education International (EI): PGRI adalah anggota aktif dari federasi guru sedunia. Ini menunjukkan bahwa standar perjuangan PGRI diakui secara global.

    • Solidaritas: PGRI sering menjadi rujukan bagi negara-negara berkembang lainnya dalam hal mengelola organisasi guru yang masif namun tetap solid secara administratif.


    5. Warisan Budaya: Batik Kusuma Bangsa

    Secara sosiologis, PGRI mencatatkan sejarah dengan menciptakan identitas visual yang paling dikenali di Indonesia.

    • Batik PGRI: Bukan sekadar seragam, batik ini adalah simbol perlawanan terhadap eksklusivitas. Saat guru mengenakan batik ini, tidak ada lagi perbedaan antara kepala sekolah dan guru kelas, antara profesor dan guru PAUD. Semuanya adalah Satu Korps.

    Kesimpulan

    Dalam catatan sejarah organisasi guru, PGRI adalah “Ibu” dari semua gerakan pendidikan di Indonesia. Ia adalah organisasi yang berhasil membuktikan bahwa meskipun guru memiliki latar belakang yang beragam, mereka bisa bersatu di bawah satu panji demi kepentingan anak didik dan kedaulatan negara.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Reddit Email
    Add A Comment

    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Organisasi Profesi sebagai Penyangga Ketahanan Mengajar

    February 28, 2026

    Organisasi profesi, dalam hal ini PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia), berfungsi sebagai sistem penyangga (support…

    Menata Kekuatan Kolektif Guru dalam Struktur Nasional

    February 28, 2026

    Turkey Scholarships 2023 Announced – Deadline February 2023

    January 27, 2023

    Saudi-Indonesia kinship in spotlight as Kingdom pledges support to restore Jakarta Islamic Center

    December 7, 2022
    Facebook Instagram YouTube WhatsApp
    © 2026 Jakarta Islamic Centre - English Corner

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.